Senin, 19 April 2021

 Lulu


"Mak, satenya aku habiskan, ya!" teriak Rika yang kelaparan.

Tanpa menunggu jawaban Mak, Rika langsung melahap sepiring sate lengkap dengan nasi hangat.

"Satenya enak banget, Mak. dagingnya lembut. sering-sering lah buat kayak gini, Mak," celoteh Rika dengan mulut yang penuh suapan nasi saat melihat Mak masuk dapur.

"Makannya pelan-pelan, Rik. Nanti sudah makan anter dagangan ini ke warung Wak Ijah," kata Mak sambil meletakkan buntalan plastik berisi kripik singkong pedas.

"Oo..." Rika tak meneruskan bicaranya, tiba-tiba matanya terpaku melihat kandang Lulu, kelinci kesayangannya  kosong.

"Maaaaak, Lulu mana?" tanya Rika panik. Untung saja nasi gak muncrat dari mulutnya.

"Ada di perutmu," jawab Mak pelan dan santai.

 Kewajiban

Tukino berhenti dan geleng-geleng kepala melihat teman-teman yang dulu biasa nongkrong bersama  masih asik main gaple di pos ronda. 

"Hm, aku harus menegur mereka, bukan kah dipengajian tadi sore diperintahkan, sampaikanlah walau hanya satu ayat,"

"Hoi, tunaikan dulu lah kewajiban salat Isya," teriak Tukino.

"Hoi, tunaikan dulu kewajibanmu bayar hutang, sebelum kawin lagi," balas Ijon, salah satu temannya.