Beberapa
minggu yang lalu, UKG menjadi kata yang sangat populer di kalangan guru-guru.
Terpaksa atau tidak, suka atau tidak, semua guru harus mengikuti UKG (Ujian
Kompetensi Guru) yang merupakan salah satu program pemerintah berskala
nasional. Apapun tujuan dari kegiatan ini, yang
jelas menuai dampak positif
(walau tiap orang berbeda sudut pandangnya). Sebagian besar guru terlihat sibuk
belajar kembali, ini terlihat dari aktivitas membuka, meng-copy berbagai buku
atau membuka link-link di internet yang berhubungan dengan materi dan contoh
soal-soal prediksi UKG. Sebuah dampak yang luar biasa, kan?
Mempelajari kembali metode-metode pengajaran sekaligus meninjau kembali berbagai metode
yang sudah dan belum diterapkan, menjadikan sebuah kegiatan disamping berlatih
mengerjakan contoh-contoh soal yang terkadang membacanya saja membuat kepala
sedikit sakit apalagi menjawabnya (terutama soal pedagogi), tapi apapun itu,
ada satu metode dalam pengajaran bahasa Inggris yang ingin di ulas dalam
tulisan ini. Metode tersebut adalah metode KWL (Know, What to know, and
Learned). Metode ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan reading/speaking
siswa. Sebenarnya metode ini bukan suatu hal yang baru, bahkan sebagian guru
mungkin sudah pernah menerapkannya di kelas, tapi tidak ada salahnya mengulas
kembali sekaligus sebagai salah satu bentuk penyegaran.
Bagaimana cara kerja metode ini? Sebelum mengajar, siswa mendapat kertas
dengan format KWL atau guru cukup menulis format KWL tersebut di papan tulis,
seperti di bawah ini.
|
Know
|
What to Know
|
Learned
|
|
|
|
|
Langkah
selanjutnya, guru akan memberikan satu topik yang akan dipelajari dan bertanya
kepada siswa apa yang mereka ketahui tentang topik/materi tersebut dan
menuliskannya di kolom ‘Know”. Pada tahap ini siswa bisa menjawabnya secara
lisan sebelum menuliskannya di kolom “Know”. Atau siswa menuliskannya langsung
di kertas yang sudah diberikan dalam waktu yang dibatasi dan guru akan menyuruh
mereka membacakan apa yang sudah mereka tulis.
Pertanyaan selanjutnya adalah apa yang ingin siswa pelajari berkenaan
dengan topik yang berikan pada kolom “What to Know”. Kegiatan ini akan
dilanjutkan dengan menggali sebanyak mungkin informasi berkenaan dengan materi.
Siswa bisa membaca buku yang berkaitan dengan materi. Pada sesi ini, guru bisa
memberi penjelasan atau gambaran umum tentang materi tersebut jika siswa
mengalami berbagai kesulitan pemahaman. Metode diskusi dalam kelompok kecil,
dapat diterapkan dalam kegiatan ini.
Jika informasi yang diperlukan dirasa sudah cukup, guru akan mengajukan
pertanyaan sebagai cara untuk menggali tentang apa yang telah siswa pelajari dan menuliskannya di kolom “Learned”. Kegiatan
ini juga sebagai cara guru mengukur tingkat pemahaman siswa.
Dari teori yang dibaca tentang metode ini dan ditambah sedikit catatan
yang pernah dibuat berkenaan dengan penerapan metoda ini di kelas, ada beberapa
kelebihan dan juga kekurangan dari metode ini. Kelebihan metode ini antara lain:
1. Fokus pada siswa,
mendorong siswa untuk aktif menggali informasi dan belajar mandiri baik sendiri
maupun berkelompok. Saling berbagi informasi mendorong siswa untuk menggali
informasi sebanyak mungkin.
2. Keterampilan berbahasa
seperti speaking, reading, listening, dan juga writing dapat diterapkan dalam
satu kegiatan ini. Langsung atau tidak langsung siswa harus membaca, memahami,
mendengarkan dan menulis kan berbagai informasi yang mereka dapatkan.
3. Pembelajaran akan lebih
efektif dan menyenangkan jika di selingi dengan berbagai permainan bahasa
(game/kuis) sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang berkesan.
Bagaimana
dengan kekurangan metode ini? Keberadaan kemampuan siswa yang berbeda termasuk
latar belakang pengetahuan mereka yang minim kadang menjadikan metode ini
terasa kurang menantang. Apalagi jika fasilitas pendukung seperti buku-buku
yang berkenaan dengan materi sangat terbatas dan tidak adanya koneksi internet
yang diperlukan saat penggalian informasi, menjadi penghalang tersendiri. Jika
kebanyakan siswa di kelas adalah siswa yang memiliki motivasi belajar yang
rendah, maka penerapan metode ini terasa dangkal dan menjenuhkan. Untuk
mengatasi hal ini, guru dapat memberitahu siswa sehari atau beberapa hari
sebelumnya agar siswa memcari tahu hal-hal berkenaan dengan materi yang akan di
diskusikan. Dengan cara ini, diharapkan siswa memiliki pengetahuan awal tentang
topik atau materi yang akan dibahas.
Pada intinya, sebenarnya tidak ada metode yang benar-benar bagus atau
pun yang benar-benar jelek, adanya kombinasi atau penggabungan beberapa metode
dalam setiap kegiatan pembelajaran di kelas merupakan sebuah solusi untuk
memberikan sebuah pengalaman pembelajaran yang terbaik bagi siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar